semua sudah jadi lebur…

Tadi siang saya terhenti perempatan Gramedia dari sebelah timur. Matahari terik. Tapi pohon pinggir jalan rindang meneduhi. Ada gadis kecil berbaju biru duduk di bawahnya, di pinggir jalan juga, memeluk tumpukan koran sambil tertawa sipu. Di apit 2 gadis kecil lain berseragam biru putih yang juga ikut tertawa bersama. Satu gadis berseragam lain ikut pula tertawa dengan berdiri sambil menawarkan koran milik si gadis kecil berbaju biru kepada mobil di belakang saya.

Lampu hijau. Dalam bayangan saya berikutnya, mereka makin sering tergelak seperti lupa apa dan siapa. Semua sudah jadi lebur. Terkadang kita lupa ternyata kita semua sama, kita lupa ternyata kita juga mereka, dan kita sering diingatkan semua bukan tentang baju seragam dan setumpuk koran.

Dan saya merasa tercubit sedikit tapi ndak sakit. Kita merasa tercubit sedikit?

Iklan
Pos ini dipublikasikan di ndak biasa. Tandai permalink.

One Response to semua sudah jadi lebur…

  1. Si Ngoceh berkata:

    Seandainya hidup bisa sesegar itu dan kita bisa memandang segala sesuatu nya dari sisi yang indah…. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s