Pengakuan Pariyem

Ketika saya masih berada di bangku SMA, kita sedang membahas sebuah naskah karangan SH. Mintarja, pelatih saya, Mas Tris, pernah bercerita kepada saya tentang sebuah tulisan yang saya lupa siapa penulisnya tapi saya ingat dengan sangat jelas judulnya, Pengakuan Pariyem. Beliau bercerita kalau tulisan itu adalah tulisan yang hebat. Sebuah prosa liris yang notabene memang bukan jenis tulisan yang umum, yang notabene juga sama dengan jenis tulisan di naskah karya bung SH. Mintarja tadi, Roro Jonggrang.

Kenapa ndak umum? Karena ndak biasa, hahaha…

Ndak, begini. Prosa liris bukan jenis tulisan yang biasanya kita temui di novel2 kebanyakan. Kalimatnya lebih cenderung berirama juga ndak panjang. Eniwei, dari pada saya menjelaskan dengan keliru silakan kamu semua baca saja, hehehe…

Dan semenjak 9 tahun yang lalu itu, semenjak pelatih saya bercerita tentang buku ini, baru sekaranglah saya kesampaian membacanya. Mungkin takdir mempertemukan kita, haha…:D Waktu itu, saya baru saja pulang dari kunjungan lebaran di rumah Mas Tris. Saya, Ia’, Lisa, dan Kiwil berencana buat sekedar dolan-dolan ke TogaMas mencari keramaian. Karena TogaMas Gejayan tutup kita beralih ke TogaMas depan XXI. Sampe di sana muter2lah kita, dan tanpa diduga saya menemukan lagi buku ini, yang tanpa berpikir panjang langsung saya ambil untuk dibayar di kasir.

Mas Tris bilang kalo buku ini adalah sebuah buku yang jujur, karena ceritanya ditulis apa adanya tanpa mengumbar detil yang terkadang membuat kita jengah. Saya sendiri berpendapat kalo Linus, yang akhirnya saya tahu kalo dia adalah si pengarang, seperti menelanjangi kita semua tanpa mempermalukan ataupun mengolok-olok.

Buku ini bukan buku baru, mengingat tahun ’81 sudah diterbitkan, dan resensinya juga sudah muncul di mana-mana. Karena itu saya ndak bakalan panjang2 nulis resensi lain. Jadi, selamat membaca…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di ngeresensi. Tandai permalink.

9 Responses to Pengakuan Pariyem

  1. dian berkata:

    linus itu bapak nya argo lho mas…

  2. nyu2 berkata:

    aku dah baca itu mas wib.. dah lamaaa.. yg ttg pembantu akhirnya punya anak dari si den bagus itu to?? seorang perempuan lugu yang nrimo..

    eh, kamu dicari bu a*ce.. :))

  3. nabilla berkata:

    mau pinjeeeemm. begitu balik aku cim

  4. undapatie berkata:

    saya sudah pernah baca.. wanita luar biasa…. (dalam urusan menggoda) hahaha

  5. pipibakpaw berkata:

    Berhubung atas saya bilang “wanita yang luar biasa… (dalam urusan menggoda),, saya juga mau baca,, ah..
    SEKARANG..
    Tinggal nyari wkt untuk bacanya.. Haduh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s